Friday, 5 December 2014

tugas avometer



BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Dalam makalah ini, saya membahas tentang avometer, alat ukur inisekarang sudah banyak di pakai, terutama pada kelistrikan.Seorang teknisi biasanya memiliki alat ukur wajib yang mereka gunakan untuk keperluan teknis yaitu avometer. Untuk melakukan pekerjaan elektronik, seperti memperbaiki peralatan dan menguji rangkaian elektronika selalu diperlukan alat ukur, karena dengan alat ukur dapat diketahui :
1. Besaran Arus listrik dalam satuan Ampere (A)
2. Besaran Tegangan listrik dalam satuan Volt (V)
3.Besaran Resistansi dalam satuan Ohm
            Alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus disebut Amperemeter, sedangkan alat ukur tegangan disebut Volt meter dan alat ukur resistansi disebut Ohm meter.Avometer sangat penting fungsinya dalamsetiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaandengan mudah dan cepat..
2.Rumusan Masalah
Avometer merupakan alat yang mempunyai tiga fungsi sekaligusoleh karena itu kita harus mengetahui bagaimana cara penggunaan alat tersebut .Dalam makalah ini akan membahas permasalahan tentang :
1.Apa itu avometer
2.Fungsi avometer 
3.Jenis avometer 
4.Bagian dari avometer 
5.Cara mengukur menggunakan avometer 
 
3Tujuan
:1.Merupakan tugas dari mata kuliah pengukuran listrik 
2.Mengetahui apa itu avometer.
3.Mengetahui fungsi dan pemakaian alat ukur dasar listrik yaitu avometer
 4.Mengetahui cara mengukur menggunakan alat avometer 

Tujuan Pembelajaran :
  1. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis alat ukur listrik
  2. Siswa dapat menyebutkan fungsi jenis-jenis alat ukur listrik
  3. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian dari AVO meter
  4. Siswa dapat menyebutkan fungsi dari bagian-bagian AVO meter
  5. Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja dari AVO meter
  6. Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor dalam pengukuran
  7. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor dalam pengukuran AVO meter
  8. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis AVO meter
  9. Siswa dapat menjelaskan persamaan dan perbedaan jenis-jenis AVO meter
  10. Siswa dapat mengoperasikan AVO meter sesuai dengan petunjuk kerja dan hasil pengukuran yang dibaca
  11. Siswa dapat melakukan pengkalibrasian AVO meter
  12. Siswa dapat mengoperasikan AVO meter dalam melakukan pengukuran dan pengecekan komponen elektronika
  13. Siswa dapat menjelaskan aspek-aspek keamanan yang dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja penggunaan AVO meter
Manfaat
Manfaat dari tugas makalahyang saya buat adalah untuk memberi pangetahuan kepada para pembaca agar mengetahui avometer secaramendalam.1.5Batasan MasalahDalam hal ini saya batasi permasalahan yang di bahas yaitusebatastentang alat ukur listrik yaitu avometer.1.6Sistematika PembahasanDalam pembahasan ini dimulai tentang apa itu avometer, fungsi dariavometer, kegunaan avometer, jenis-jenis avometer, cara mengukur menggunakan avometer, metode pengukuran avometer.
 
BAB IIISI
2.1Apa itu Avometer Avometer asal kata dari AVO dan meter. Artinya, ‘A’ ampere untuk mengukur arus listrik. ‘V’ voltase buat ukur voltase atau tegangan. ‘O’ untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran,maka itu disebut avometer.Ada empat tulisan besar bertuliskan DCV, ACV, DCma dan OHM.Pertama, DCV fungsinya untuk mengukur voltase arus searah. Contohnya, baterai atau aki. Berikutnya, ACV. Sisi yang ini, digunakan jika inginmengukur arus listrik bolak-balik.Huruf besar ketiga, OHM. Bagian ini berfungsi untuk mengukur tahanan.Terkahir, Dcma. Sisi yang ini, berfungsi untuk mengukur ampere.
Fungsi & Pengertian Amperemeter,
 1.Amperemeter / Ampere Meter 
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuatarus listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alatmulti tester listrik yang disebut avometer gabungan dari fungsiamperemeter, voltmeter dan ohmmeter.Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter danshunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yangkecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan dengan hambatanshunt.Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis.Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akanmenimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarumamperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar  pula simpangannya.
 
                   Bagian-bagian avometer 

1.Papan skala
2.Jarumpenunjuk 
3.Tombol pengatur jarum penunjuk nol
4.Pemutar jarum
5.Zero ohm ajusment
6.LED indicator
7.Selektor putar
8.Lubang probe hitam
9.Lubang probe merah

Keterangan :
Meter korektorberguna untuk menyetel jarum AVO-meter ke arah nol, saat mau dipergunakan.


Catatan :
1.Setiap kali menggunakan AVO-meter harus memperhatikan batas ukur alat tersebut. Kemampuan alat ukur (kapasitas alat ukur) harus lebih besar daripada yang hendak di ukur. Kesalahan dalam pemakaian alatukur AVO-meter dapat mengakibatkan kerusakan.
2.AC Voltmeter hanya boleh dipergunakan untuk mengukur AC Volt, jangan dipergunakan untuk mengukur DC Volt. Demikian jugasebaliknya. Ohmmeter tidak boleh dipergunakan untuk mengukur tegangan listrik baik DC maupun AC Volt karena dapat mengakibatkanrusaknya alat ukur tersebut. Jadi pemakaian alat ukur harus sesuai denganfungsi alat ukur tersebut
3.Periksa jarum meter apakah sudah tepat pada angka0 pada skala DcmA,DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian kiri dan skala Ohmmeter  posisi jarum nol di bagian kanan.


Cara Mengukur

1)Letakkan selector switch (saklar pemilih) pada posisi tegangan DC(V=)
2)AsasPilihlah batas ukur (1.5, 5, 10, 50, 150, 500). Dimana harusdipilih batas yang sama atau lebih besar dari tegangan yang akandiukur. Misalkan tegangan yang akan diukur 6.5V, maka batas ukur yang harus dipilih adalah 10V. Tidak boleh memilih batas yang lebih kecil, karena jarum penunjuk akan bergerak melewati batasmaksimum dan dapat merusak moving coil
.3)Sambungkan kabel probe pada sumber tegangan, kabel merahdisambungkan kepada bagian positif dan kabel hitan disambungkan pada bagian negative. Cara pemasangan seperti itu disebut hubungan pararel.Apabila pemasangankabel polaritasnya terbalik, maka meter akan bergerak kekiri
4)Bacalah papan skala sesuai dengan dimana jarum penunjuk berhenti.Cara yang paling tepat dalam membaca adalah secara tegak lurusdimana jarum harus tampak satu garis dengan bayangan jarum padacermin pemantul, agar tidak terjadi kesalahan baca (parallax)

.Mengukur Tegangan AC
1)Letakkan selector switch (saklar pemilih) pada posisi tegangan AC(V˜)
2)Pilihlah batas ukur (1, 3, 10, 30, 100 at au 300). Batas ukur yangdipilih harus yang sama atau lebih b esar dari tegangan yang akandiukur, Misalkan tegangan yang aka n diukur 220V, maka batas ukur yang harus dipilih adalah 300V.Tidak boleh memilih batas yanglebih kecil, karena jarum penunjuk akan bergerak melewati batasmaksimum dan dapat merusak moving coil.
3)Sambungkan kabel probe pada sumber tegangan secara Pararel.Untuk tegagan AC kabel merah dan hitan dapat bebas disambungkan kepada sumber tegangan positif atau negative, karenategangan AC tidak mempunyai polaritas.
4)Bacalah papan skala sesuai dengan dimana jarum penunjuk berhenti.Cara yang paling tepat dalam membaca adalah secara tegak lurusdimana jarum harus tampak satu garis dengan bayangan jarum padacermin pemantul, agar tidakterjadi kesalahan baca (parallax).

Cara Mengukur Arus DC

a.Atur selector pada posisi Arus DC ( A=) 
b.Atur posisi selector pada posisi batas ukur yang lebih tinggi dari arusyang akan diukur, batas ukur dapat dipilih yang paling tinggi agar tidak merusak meter. Pengaruh pemilihan batas ukur yang terlalu jauh dari arus yang akandiukur hanya mengakibatkan pembacaanyang kurang akurat.
c.Hubungkan kabel secara seri dengan beban. Beban dapat diserie pada kabel negative atau pada kabel positif (sesuai gambar). Apabila pemasangan kabel polaritasnya terbalik, maka meter akan bergerak kekiri.
d.Baca penunjukan arus pada papan skala arus DC (A=) sesuai posisi jarum.

Cara mengukur Tegangan dengan cara rangkaian tersebut diparalel seperti pada gambar dibawah ini : Mengukur Tegangan AC
1. Pastikan yang diukur adalah tegangan AC.
2. Putar batas ukur ke arah ACV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VAC maka batas ukurnya adalah 250 VAC. Pengukuran Listrik TRS Teknik Tenaga Listrik 2012 Page 3
3. Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan (bolak balik sama). 4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

KESIMPULAN
Dari perccobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk mengukur arus rangkaian harus dipasang secara seri dan jika mengukur tegangan rangkaian harus dipasang secara paralel.
2. Nilai arus pada rangkaian bergantung pada nilai resistor dan tegangan sumber, semakin besar nilai resistor maka arus yang mengalir akan semakin kecil, dan sebaliknya jika semakin kecil nilai resistor maka semakin besar arus yang mengalir.
3. Demikian jika tegangan yang diinput dalam suatu rangkaian semakin besar maka arusnya juga akan semakin besar.
4. Dalam menghitung tegangan dan arus, kita harus mengetahui batas ukur yang akan kita gunakan agar menunjukkan skala maksimal dan tidak merusak alat tersebut, saah satu caranya kita harus bisa memprediksi nilai yang akan diukur agar mendapatkn hasil pembacaan avometer yang akurat.
5. Penghitungan dengan menggunakan alat ukur analog seperti hal di atas sangat dimungkinkan untuk terjadinya kesalahan perhitungan, meskipun juga mungkin kesalahan penguji.
  Posisi alat ukur saat mengukur TEGANGAN (Voltage)
Pada saat mengukur tegangan baik itu teggangan AC maupun DC, maka Alat ukur mesti di pasang Paralel terhadap rangkaian. Maksud paralel adalah kedua terminal pengukur ( Umumnya berwarna Merah untuk positif (+) dan Hitam untuk Negatif (-) harus membentuk suatu titik percabangan dan bukan berjejer (seri) terhadap beban. Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar berikut:
Mengukur Tegangan dengan Multimeter
  Posisi alat ukur saat mengukur ARUS (Ampere)

Untuk melakukan pengukuran ARUS yang mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan Beban, Sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka / diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik yang telah terputus tersebut. Pemasanngan yang benar dapat dilihat pada gambar:
Mengukur Ampere pada Multimeter
  Posisi alat ukur saat mengukur Hambatan (Ohm)

Yang mesti diketahui saat pngukuran tahanan ialah JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER. Ini akan merusak  alat ukur. Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor) yang akan di ukur.
 

No comments:

Post a Comment